Rabu, 28 Januari 2015

Budaya Masyarakat di Perkotaan dan Masyarakat di Perdesaan - Rizka

Budaya masyarakat di perkotaan dan masyarakat di perdesaan

Budaya masyarakat di perkotaan adalah kebiasaan yang paling terlihat pada masyarakat di suatu perkotaan. Pada umumnya, budaya di perkotaan lebih maju dibandingkan budaya di perdesaan. Perbedaannya dapat terlihat dari khas makanannya, cara berpakaiannya, tata bahasanya, dan pekerjaannya.

Makanan khas di perkotaan biasanya makanan yang terpengaruh dari budaya luar, karena terinspirasi dari budaya luar seperti menu, rasa, dan bahan makanannya. Tarta cara makan masyarakat di perkotaan pun pada umumnya juga mengikuti budaya luar, seperti makan di meja makan menggunakan sendok dan garpu, dan sebagainya.

Gaya pada budaya masyarakat di perkotaan adalah kebiasaan masyarakat dari cara berpakaian dan berbicara. Cara berpakaian masyarakat di perkotaan kebanyakan mengikuti trend luar negri atau pada zaman modern ini. Begitu pula dengan bahasa masyarakat di perkotaan, mereka menggunakan bahasa yang tidak baku atau bahasa gaul zaman sekarang dengan logat yang bermacam-macam.

Budaya masyarakat di perdesaan adalah kebiasaan yang paling terlihat pada masyarakat di di suatu perdesaan. Biasanya, budaya di perdesaan terlihat sangat sederhana kehidupannya dibandingkan dengan budaya masyarakat di perkotaan.

Makanan khas di perdesaan pada umumnya cara pengolahan dan bahan pokoknya sangat sederhana dan rasa makanannya pun tersesuaikan dengan suasana di daerah tersebut. Harga makanannya kemungkinan besar lebih murah jika dijual di daerah itu sendiri. Adapula mayoritas di berbagai perdesaan memiliki tata cara makan yang sama. Misalnya, makan bersama dengan menggelar tikar di lantai, makan menggunakan tangan, dan sebagainya.

Gaya pada budaya masyarakat diperdesaan adalah kebiasaan masyarakat dari gaya tata cara berpakaian dan berbahasa. Tata cara berpakaian masyarakat di perdesaan sangat sederhana dan tradisional. Masing-masing perdesaan memiliki ciri khas model baju tersendiri yang unik, misalnya jawa tengah adalah kebaya. Begitu pun dengan tata bahasa masyarakat di perdesaan, mereka memakai logat dan bahasa yang berbeda dari satu sama lainnya, ada yang lemah lebut dan ada juga yang kasar.

Jadi, perbedaan makanan, gaya, dan bahasa masyarakat di perkotaan dan masyarakat di perdesaan itu jauh. Terlihat bahwa masyarakat di perkotaan adalah zaman modern yang mengikuti budaya asing, sedangkan masyarakat di perdesaan masih memiliki budaya zaman dahulu dari nenek moyang kita.

1 komentar: